”Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya..

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

8 Jan 2016

AYAH.....PULANGLAH...!


AYAH.....PULANGLAH...!


Ayah adalah cinta pertama anak perempuannya, ia adalah pahlawan pejuang pertama bagi anak laki-lakinya. Umat muslim maju dari keluarga yang kuat, keluarga yang baik ayah ibunya. Eropa kini menghadapi kehancuran struktur keluarga. Di negeri ini, persiapan menjadi ayah jarang disiapkan kaum muslimin.


MENDIDIK ANAK WANITA (TIPS PARENTING)

MENDIDIK ANAK WANITA (TIPS PARENTING)
1| Berbahagialah orangtua yang dikaruniakan anak wanita sebab Rasulullah telah menjamin baginya surga jika sabar dan sukses mendidiknya.

2| Barangsiapa yang diuji dengan memiliki anak wanita, lalu ia asuh mereka dengan baik, maka anak itu akan menjadi penghalangnya dari api neraka (HR Bukhari).

3| Sebagian orangtua menganggap remeh mendidik anak wanita, bahkan lebih mengunggulkan anak laki. Padahal wanita adalah tiang peradaban dunia.

SELAMATKAN SATU ANAK, SELAMATKAN KEMANUSIAAN

SELAMATKAN SATU ANAK, SELAMATKAN KEMANUSIAAN

[Ajakan Elly Risman kepada Orang Tua Cerdas Indonesia]
Oleh : Yayasan Kita dan Buah Hati

Marak tersebar link video yang menunjukkan adegan dewasa yang diaktori anak-anak. Anak laki-laki dalam video tersebut diperkirakan kelas 1 SD dan anak perempuannya kelas 2 atau 3 SD.

Dalam grup-grup diskusi di Facebook maupun Whatsapp pun, laporan mengenai kasus perilaku anak-anak yang beradegan dewasa terus berdatangan.

Resep Mendidik Anak ala Yusuf Mansur

Resep Mendidik Anak
1— Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.

2— Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: "Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!". Tapi katakan kepada mereka: "Mainnya 5 menit lagi ya". Kemudian ingatkan kembali: "Dua menit lagi ya". Kemudian barulah katakan: "Ayo, waktu main sudah habis". Mereka akan berhenti bermain.

DARURAT GADGET



DARURAT GADGET

1. Dulu, kebersamaan begitu Indah. Suami istri bisa saling menatap wajah, tapi sekarang semua berubah karena Gadget. Saat menatap wajah, ternyata pasangan Anda sedang menatap gadget.

2. Saat makan bersama, dulu bisa saling bercakap-cakap. Kini, semua berubah...! Tangan kanan pegang sendok, tangan kiri pegang Gagdet.

3. Saat bersama di ruang tamu. Dulu, saling bertanya kabar antar anggota keluarga. Sekarang...? Anak main game di Tablet, Ayah sibuk melayani klien di BBM dan Ibu sedang asyik bersosialita di Facebook.

4. Saat berada di dalam mesjid, dulu bisa khusyu' mendengar pengajian. Tak ada yang dirisaukan. Sekarang...? Duduk bersila di depan ustadz, wajah menunduk, mata serius menatap gagdet dan tangan sibuk mengetik keypad...!

5. Saat berada di dalam kamar, harusnya bisa asyik becanda dengan pasangan. Tapi sekarang...? Yang satu menghadap tembok dengan tangan meraba screen gagdet, yang satu lagi juga melakukan hal yang sama.

6. Saat silaturahim ke rumah saudara, dulu bisa becanda ketawa ketiwi. Sekarang...? Meski perjalanan jauh sudah ditempuh, sampai tiba di lokasi juga dihabiskan waktu untuk sibuk dengan gagdet sendiri.

7. Bertamu di rumah orang, dulu disambut dengan wajah ceria dan bahagia, ramah bisa ngobrol banyak hal. Sekarang...? bertamu di rumah orang, disambi dengan membalas sms, menerima telepon dan whatsap-an, sembari sekedar menjawab obrolan kita dengan..."oh gitu ya iya... Oh, bener itu Oh.” Garing...!

8. Sehabis sholat, dulu bisa tenang dan khusyu' berzikir. Hati bisa connect ke Allah langsung. Kini...? Setelah salam, langsung merogoh saku, gagdet pun dikeluarkan.

9. Dulu, saat pasangan curhat soal hatinya dan pikiran siap mendengarkan. Sekarang...? Saat pasangan curhat, konsentrasi pada gadget, sedangkan telinga pura-pura mendengar.

10. Saat anak mengeluh sesuatu, dulu kita jongkok memposisikan wajah kita tepat di wajahnya. Anak merasa disayang dan diperhatikan. Sekarang...? "Aduuhh nak...ibu sedang sibuk, masa gitu saja ngeluh sih..." Sembari ngetik obrolan di sosmed.

Bagaimana dengan kita...?
--------------------------------------------
Tips Bisnis dari Rumah bersama keluarga tercinta KLIK DISINI

VITAMIN A UNTUK ANAK KITA

VITAMIN A UNTUK ANAK KITA
Narasumber: Elly Risman, Psi.
(Direktur dan Psikolog Yayasan Kita dan Buah Hati)

Tantangan zaman yang luar biasa berat bagi anak-anak kita saat ini membutuhkan Vitamin A (Ayah) yang memiliki peranan sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak.

Ayah…
Engkaulah nahkoda, penentu Garis Besar Haluan Keluarga, engkau yang menentukan kemana keluarga kita akan kau bawa.
Engkau bukan hanya pencari rizki yang penuh berkah, yang menyediakan makanan lezat dan pakaian yang hangat, serta rumah dan isinya yang tak mudah berkarat, bagi kami kau adalah pembimbing anak dan istri yang hebat.

Ayah...
Engkau adalah pembuat kebijakan dan peraturan, engkau pula yang menentukan standar keberhasilan.

Ayah..
Engkau senantiasa melakukan pemantauan dan perawatan terhadap kami dan harta benda yang kau titipkan.

Ayah..
Luangkan waktumu lebih banyak lagi ya. Obrolan sederhana yang kau bangun dengan anak kita, membuat ia menjadi anak yang:

Tumbuh menjadi orang dewasa yang suka menghibur.
Punya harga diri yang tinggi.
Prestasi akademis di atas rata-rata, dan
Lebih pandai bergaul.

Ayah lain yang kurang ngobrol dan bercengkrama dengan anak, ternyata menyebabkan anak perempuannya:
Cenderung mudah jatuh cinta dan mencari penerimaan dari laki-laki lain.
7-8 kali lebih mungkin memiliki anak diluar pernikahan.
Cenderung suka lelaki yang jauh lebih tua, dan
Cenderung lebih mudah bercerai.
Ternyata hal ini berlaku pada anak perempuan dari latar belakang sosial ekonomi apapun.

Sedangkan anak laki-laki yang jarang diajak ngobrol oleh ayahnya:
Lebih beresiko terlibat pornografi, narkoba, dan tindak kriminal.
Cenderung lebih cepat puber di usia yang lebih muda.
Cenderung join a gang, dan
Cenderung menemui kesulitan mendapatkan atau mempertahankan pekerjaan di masa dewasa.

Ciri anak yang kekurangan vitamin A adalah lebih rentan terhadap peer pressure.

Ayah…
Ingat yuk peran kita sebagai orangtua; anak itu AMANAH; kita mendapatkan tugas dari Allah untuk mengasuh dan membesarkan anak dengan baik dan benar. Sebab itu butuh perjuangan (pikir, rasa, jiwa, tenaga, waktu dan biaya).

Ayah…
Yuk pimpin keluarga dengan membuat Visi Pengasuhan bersama Ibu. Visi membuat Ayah dan Ibu lebih mudah mengayuh bahtera keluarga bersama-sama.
Keluarga Nabi Ibrahim (QS Ibrahim: 35-37) mempunyai misi:
Penyelamatan aqidah.
Pembiasaan ibadah.
Pembentukan akhakul karimah dan
Pengajaran lifeskill (entrepreneur).
Sedangkan Visi Keluarga Imran (QS Ali Imran: 35), yakni menciptakan hamba Allah yang taat.

Ayah…
Mari kita terus perbaiki pola pengasuhan selama ini. Anak kita perlu mendapat validasi dari kita agar ia tidak perlu mencari dari orang lain. Ia membutuhkan 3P:
Penerimaan.
Penghargaan, dan
Pujian.

Ayah..
Mari kita bedakan pola pengasuhan anak laki-laki dan perempuan kita, sebab:
Otak mereka berbeda.
Tugas dan tanggung jawab mereka kelak dewasa juga berbeda.

Sehingga, tujuan pengasuhannya pun berbeda. Anak laki-laki kita kelak mengemban tanggungjawab yang lebih besar daripada anak perempuan kita. Selain menjadi hamba yang bertakwa dan berperan di masyarakat, anak laki-laki kita kelak akan menadi pendidik dan pengayom keluarga.

Ayah…
Penting sekali vitamin A bagi anak; bukan hanya meluangkan ‘waktu lebih’, tapi kuantitas dan kualitas berjalan seimbang. Tidak hanya terlibat secara fisik, tapi melakukan authoritative parenting (kasih sayang tinggi – tuntutan tinggi, yakni orangtua memberikan dorongan, dukungan, perhatian dan menawarkan perhatian tanpa kekerasan).

Ayah…
Biasakan tanya perasaan anak kita setiap hari ya, itu berarti kau sedang membangun kekuatan emosi dan kedekatan batin dengan mereka. Ingat PERASAAN ya Yah...!
Biarkan dirimu menjadi tempat curhat anak-anakmu, tempat mereka meluapkan perasaannya. Kalian bisa ngobrol tentang apa saja, tentang hal-hal yang pribadi, tentang hal yang menyenangkan, tentang kesulitan yang dialami, tentang hal yang yang dianggap tabu dan menjadi tantangan anak zaman sekarang.

Ayah…
Berikan pondasi bagi anak-anakmu agar kelak mereka kuat dan mampu berdiri sendiri dengan arif dan disayangi banyak orang.

Ayah..
Peranmu tak tergantikan untuk membantu Ibu membesarkan anak yang sehat dan bahagia, yang nantinya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan kestabilan Negara.
Pesan Rasul tercinta, manusia yang baik adalah mereka yang paling baik kepada KELUARGAnya.
Let’s make everyday a Father’s day!
----------------------------------------------------------------------
Oleh Tim Yayasan Kita dan Buah Hati
Sumber : Salingsapa.com

Kunjungi Baju Anak Muslim untuk buah hat anda, klik www.nadhianishop.com

4 Jan 2016

Bersihkan Hati - Aa Gym

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Tiada yang patut disembah selain Alloh, dan tiada yang bisa dijadikan tempat meminta pertolongan, kecuali hanya Alloh. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, puncak kesuksesan seseorang itu alat ukurnya adalah perjumpaan dengan Alloh Swt. Ingatlah pada salah satu firman Alloh di dalam Al Quran, “(Yaitu) hari di mana harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Alloh dengan qolbun saliim (hati yang bersih).” (QS. Asy Syu’aro [26]: 88-89).

Dalam ayat-Nya yang lain Alloh Swt. berfirman, “Maka Alloh mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikian jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy Syams [91]: 7-9).

Kesuksesan sejati adalah manaka Alloh ridho kepada kita dan kita berjumpa dengan-Nya. Maka kunci sukses ada pada kegigihan menjaga kebeningan hati, agar sekecil apapun amal kita bisa diterima oleh Alloh. Alloh Yang Maha Mengetahui tidak akan menerima amal kecuali amal yang ikhlas. Amal besar akan sia-sia jikalau tidak ikhlas.

Hati bisa kotor baik sebelum beramal, sedang beramal atau setelah beramal. Kotor hati sebelum beramal yaitu niat yang salah. Misalnya, kita bersedekah, tapi niatnya ingin disebut dermawan, takut disangka pelit, atau supaya tidak diganggu.

Kotor hati ketika sedang beramal yaitu riya’ (pamer, ingin dilihat). Misalnya, kita ingin dilihat orang saat sedekah ratusan ribu, ingin diketahui orang jika mengeluarkan zakat dalam jumlah besar.

Padahal berzakat itu bukan sebuah prestasi karena zakat adalah kewajiban, jika tak menunaikan berarti berdosa.
Kotor hati setelah beramal yaitu pertama, menceritakan amal, misalnya menceritakan jumlah sedekah.

Menceritakan kebaikan boleh saja, tapi Alloh Maha Tahu niat di balik setiap cerita, apakah niatnya mengajak orang lain sedekah atau ingin disebut ahli sedekah.

Atau, menceritakan tentang seringnya kita beribadah umroh. Kalau niatnya memotivasi orang yang lain, mudah-mudahan menjadi amal kebaikan, tapi kalau sekadar untuk pamer, bisa jadi kita justru lebih buruk dari orang yang belum beribadah umroh.

Kedua, takabur yaitu merasa diri bisa berbuat, merasa lebih dengan merendahkan orang lain. Misalnya kita merasa berjasa lantaran menyekolahkan, memberi pekerjaan, atau mengajari seseorang. Padahal hakikatnya Alloh-lah yang berbuat, kita hanyalah dijadikan jalan pertolongan bagi hamba-hamba-Nya.

Ketiga, ujub yaitu merasa diri berbeda dari yang lain, mungkin tidak berbicara/menceritakan, tapi hati kecilnya merasa lebih dari yang lain. Misalnya, kita rajin membaca Al Quran, shaum atau tahajud, tapi ketika melihat ada orang yang jarang membaca Al Quran, shaum atau tahajud, hati kecil kita meremehkannya dan kita merasa paling sholeh. Padahal hanya Alloh Yang Maha Tahu siapa yang lebih ikhlas dalam beramal di antara hamba-hamba-Nya. Karenanya kita tak cukup bisa beramal, kita juga harus menjaga penyakit hati di awal, di tengah, maupun akhir amal-amal kita.

Ketika hati kita bersih, orang menghargai kita insyaa Alloh karena kemuliaan pribadi kita. Tetapi yang terpenting adalah hati yang bersih akan membuat amal kita diterima oleh Alloh dan Alloh berkenan menjamu kita di akhirat kelak. Tiada kesuksesan kecuali orang yang berhasil berjumpa dengan Alloh, buah dari qolbun saliim, hati yang selamat, yang bersih dari kebusukan.

Ya Alloh, jauhkan hati ini dari segala kebusukan hati. Berikan kepada kami kebahagiaan seperti nikmat yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh. Berikan kepada kami kesanggupan rendah hati dan kenikmatan beramal dengan tulus dan ikhlas. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.[]

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.
Editor : Rashid Satari

Website ini didukung oleh Kaos Anak Muslim dan Fashion Branded

Random Post

TWITTER COMMUNITY

Facebook Community